Wednesday, 10 June 2020

Kopi | Pengalaman Sehari Menjadi Peserta Kelas Manual Brewing



27 Oktober 2019 di Bandung, adalah waktu dan tempat yang tidak pernah bisa terlupakan sampai sekarang dimana saya asyik sendiri menyeduh, mencicipi, mengukur suhu dari suatu proses penyeduhan kopi. Waktu itu segala beban pikiran, beban pekerjaan dan dinamika kehidupan terlupakan 😉😊

Tepatnya berlokasi di 5758 Coffee Lab, alamatnya kamu bisa dengan mudah searching di google maps. Trainernya kang Sandy Septian, orangnya lucu dan penyampaian materi sangat jelas. 
Saya jadi paham bahwa untuk menyeduh secangkir kopi itu memerlukan ilmu yang bukan main-main, bagaimana kadar mineral dalam airnya, panas airnya, halua atau kasarnya gilingan kopi dan alat seduh yang digunakan. Berbeda dengan menggunakan mesin espresso yang selalu ada di tiap kedai kopi, kalau dengan mesin espresso kita tinggal set tombol-tombolnya (meskipun memang untuk menggunakannya tetep harus belajar juga menjadi barista) tapi kalau manual brewing ini lebih ke mengutamakan keempat komponen tadi, dan yang paling penting "perasaan dan feel yang pas" 😉😊

saya mau berbagi beberapa ilmu sekilas yang bisa saya serap yaa..karena saya bukan seorang barista, saya hanyalah seorang pecinta kopi yang terlalu penasaran bagaimana kopi bisa membuat orang jatuh cinta dan syukur-syukur suatu hari nanti saya bisa buka kedai kopi impian... ammiiiinn ya robbal a'lamin 😉😊

Proses Seduh Kopi
1. Menggunakan mesin espresso
2. Menyeduh tanpa mesin, atau bahasa kerennya Manual Brewing. 

Jadi pada kelas ini juga diajarkaN seperti apakah rasa seduhan kopi apabila dipengaruh beberapa faktor berikut :

1. Kadar Mineral dalam Air
Kadar nghmineral dalam air berfungsi untuk meluruhkan seluruh essential oil dalam kopi. Dan ukurannya yang disarankan 75 - 250 ppm, disesuaikan dengan kebutuhan atau selera. Jadi jika ppm rendah akan lebih narik ke asam sedangkan jika ppm tinggi akan lebih narik ke rasa pahitnya gaes...

2. Panas Air
 Air yang lebih panas membuat seduhan kopi lebih pekat dan rasa lebih kuat. Suhu yang disarankan 92० C - 96० C.

3. Tingkat Kehalusan / Kasarnya Gilingan
Ketika kita menggiling kopi, 30% aroma kopi akan menghilang. Dan juga menghasilkan surface area (celah). Gillingan yang disarankan sekitar 400 - 900 mikron. Ketika menggiling kasar akan menghasilkan surface area lebih kecil sehingga penyerapan air lebih sedikit, dan sebaliknya ketika menggiling sampai halus maka surface area yang dihasilkan sehingga penyerapan air makin banyak. Pada akhirnya rasa yang dihasilkan juga akan berbeda, gilingan yang kasar akan menghasilkan rasa kopi lebih pekat sementara gilingan halus akan menghasilkan rasa kopi lebih soft.
 
4. Alat Seduh
Beberapa alat seduh yang dipraktekan disini yaitu Aeropress dan Kalita Wave (V60).    Alat seduh juga mempengaruhi kopi yang dihasilkan, seperti berikut :
   - Aerporess akan membuat hasil seduhan yang "long after taste"
   - Flat Bottom akan menghasilkan seduhan lebih tebal dan strong
   - Kalita Wave akan menghasilkan seduhan lebih light.

sekian dulu yaa sharingnya... Next saya tulis lagi tentang roasting profile sama metode seduh V60..

Mohon maaf kalo ada yang keliru dan jika ada suhu2 barista yang lebih paham dan tulisan saya ada yang perlu dikoreksi, feel free akan saya koreksi 😉😊

Terima Kasih buat 5758Coffee Lab, aa Sendy Septian dan teman-teman yang saya dapatkan waktu kemarin sekelas bareng.. biarpun singkat tapi bermanfaat :)