Wednesday, 10 June 2020

Kopi | Pengalaman Sehari Menjadi Peserta Kelas Manual Brewing



27 Oktober 2019 di Bandung, adalah waktu dan tempat yang tidak pernah bisa terlupakan sampai sekarang dimana saya asyik sendiri menyeduh, mencicipi, mengukur suhu dari suatu proses penyeduhan kopi. Waktu itu segala beban pikiran, beban pekerjaan dan dinamika kehidupan terlupakan 😉😊

Tepatnya berlokasi di 5758 Coffee Lab, alamatnya kamu bisa dengan mudah searching di google maps. Trainernya kang Sandy Septian, orangnya lucu dan penyampaian materi sangat jelas. 
Saya jadi paham bahwa untuk menyeduh secangkir kopi itu memerlukan ilmu yang bukan main-main, bagaimana kadar mineral dalam airnya, panas airnya, halua atau kasarnya gilingan kopi dan alat seduh yang digunakan. Berbeda dengan menggunakan mesin espresso yang selalu ada di tiap kedai kopi, kalau dengan mesin espresso kita tinggal set tombol-tombolnya (meskipun memang untuk menggunakannya tetep harus belajar juga menjadi barista) tapi kalau manual brewing ini lebih ke mengutamakan keempat komponen tadi, dan yang paling penting "perasaan dan feel yang pas" 😉😊

saya mau berbagi beberapa ilmu sekilas yang bisa saya serap yaa..karena saya bukan seorang barista, saya hanyalah seorang pecinta kopi yang terlalu penasaran bagaimana kopi bisa membuat orang jatuh cinta dan syukur-syukur suatu hari nanti saya bisa buka kedai kopi impian... ammiiiinn ya robbal a'lamin 😉😊

Proses Seduh Kopi
1. Menggunakan mesin espresso
2. Menyeduh tanpa mesin, atau bahasa kerennya Manual Brewing. 

Jadi pada kelas ini juga diajarkaN seperti apakah rasa seduhan kopi apabila dipengaruh beberapa faktor berikut :

1. Kadar Mineral dalam Air
Kadar nghmineral dalam air berfungsi untuk meluruhkan seluruh essential oil dalam kopi. Dan ukurannya yang disarankan 75 - 250 ppm, disesuaikan dengan kebutuhan atau selera. Jadi jika ppm rendah akan lebih narik ke asam sedangkan jika ppm tinggi akan lebih narik ke rasa pahitnya gaes...

2. Panas Air
 Air yang lebih panas membuat seduhan kopi lebih pekat dan rasa lebih kuat. Suhu yang disarankan 92० C - 96० C.

3. Tingkat Kehalusan / Kasarnya Gilingan
Ketika kita menggiling kopi, 30% aroma kopi akan menghilang. Dan juga menghasilkan surface area (celah). Gillingan yang disarankan sekitar 400 - 900 mikron. Ketika menggiling kasar akan menghasilkan surface area lebih kecil sehingga penyerapan air lebih sedikit, dan sebaliknya ketika menggiling sampai halus maka surface area yang dihasilkan sehingga penyerapan air makin banyak. Pada akhirnya rasa yang dihasilkan juga akan berbeda, gilingan yang kasar akan menghasilkan rasa kopi lebih pekat sementara gilingan halus akan menghasilkan rasa kopi lebih soft.
 
4. Alat Seduh
Beberapa alat seduh yang dipraktekan disini yaitu Aeropress dan Kalita Wave (V60).    Alat seduh juga mempengaruhi kopi yang dihasilkan, seperti berikut :
   - Aerporess akan membuat hasil seduhan yang "long after taste"
   - Flat Bottom akan menghasilkan seduhan lebih tebal dan strong
   - Kalita Wave akan menghasilkan seduhan lebih light.

sekian dulu yaa sharingnya... Next saya tulis lagi tentang roasting profile sama metode seduh V60..

Mohon maaf kalo ada yang keliru dan jika ada suhu2 barista yang lebih paham dan tulisan saya ada yang perlu dikoreksi, feel free akan saya koreksi 😉😊

Terima Kasih buat 5758Coffee Lab, aa Sendy Septian dan teman-teman yang saya dapatkan waktu kemarin sekelas bareng.. biarpun singkat tapi bermanfaat :) 





Monday, 10 February 2020

Kajian | Manusia yang dilaknat oleh Allah سبحانه وتعالى

Pemateri : Ustdz. Rahmat Wahyudin
Tempat   : Perumahan Villa Gardenia - Tasikmalaya
Waktu     : Sabtu, 08 Februari 2020
Materi     : Manusia yang dilaknat oleh Allah سبحانه وتعالى

بسم الله الرحمن الرحيم


Pengertian :
dilaknat artinya dibenci
menurut Kamus Bahasa Indonesia artinya : Kutukan/Terkutuk
menurut Kamus Lisanul Arabiah (Lisan orang Arab) : Tersingkir/Jauh dari kebaikan Allah سبحانه وتعالى
maka dapat disimpulkan bahwa orang yang dilaknat berarti orang yang jauh dari kasih sayang Allah سبحانه وتعالى

Ciri orang yang dilaknat :

  1.  Disibukkan dengan duniawi yang sia-sia 
  2.  Tidak bisa/sulit keluar dari maksiat
  3.  Tambah hari tambah turun ibadahnya
HR Bukhori Muslim : 


"Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”


Akibat orang yang dilaknat :

1. Tidak akan mendapat pertolongan Allah سبحانه وتعالى (QS An-Nisa : 52)

اُولٰٓئِکَ الَّذِیۡنَ لَعَنَہُمُ اللّٰہُ ؕ وَ مَنۡ یَّلۡعَنِ اللّٰہُ فَلَنۡ تَجِدَ لَہٗ نَصِیۡرًا

Uula-ikal-ladziina la’anahumullahu waman yal’anillahu falan tajida lahu nashiiran;


"Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah.Dan barangsiapa dilaknat Allah, niscaya engkau tidak akan mendapatkan penolong baginya."


2. Seburuk-buruknya siksa (QS Al-Maidah : 60)

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ ۚ أُولَٰئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

Qul hal unabbi`ukum bisyarrim min żālika maṡụbatan 'indallāh, mal la'anahullāhu wa gaḍiba 'alaihi wa ja'ala min-humul-qiradata wal-khanāzīra wa 'abadaṭ-ṭāgụt, ulā`ika syarrum makānaw wa aḍallu 'an sawā`is-sabīl

Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?". Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.


3. Mendapatkan azab yang kekal (QS At-Taubah : 68)

وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ هِيَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ

wa’adallāhul-munāfiqīna wal-munāfiqāti wal-kuffāra nāra jahannama khālidīna fīhā, hiya ḥasbuhum, wa la’anahumullāh, wa lahum ‘ażābum muqīm

Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.

4. Neraka Jahannam (QS Al-Fath : 6)


وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ ۖ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

wa yu’ażżibal-munāfiqīna wal-munāfiqāti wal-musyrikīna wal-musyrikātiẓ-ẓānnīna billāhi ẓannas-saụ`, ‘alaihim dā`iratus-saụ`, wa gaḍiballāhu ‘alaihim wa la’anahum wa a’adda lahum jahannam, wa sā`at maṣīrā


dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.


Makhluk yang dilaknat :

1. Syetan

2. Fir'aun (QS Al-Qashash : 40-42)

فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظَّالِمِينَ

fa akhażnāhu wa junụdahụ fa nabażnāhum fil-yamm, fanẓur kaifa kāna ‘āqibatuẓ-ẓālimīn

(40) Maka Kami hukumlah Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.


وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يُنْصَرُونَ

wa ja’alnāhum a immatay yad’ụna ilan-nār, wa yaumal-qiyāmati lā yunṣarụn

(41) Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.

وَأَتْبَعْنَاهُمْ فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا لَعْنَةً ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ هُمْ مِنَ الْمَقْبُوحِينَ

wa atba’nāhum fī hāżihid-dun-yā la’nah, wa yaumal-qiyāmati hum minal-maqbụḥīn

(42) Dan Kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah).

3. Yahudi & Nasrani

4. Munafik 

5. Orang kafir



Manusia-manusia yang dilaknat :

1. Muhallil & Muhalallahu

2. 10 golongan orang yg berhubungan dengan khamr

  • yang memerasnya (pabrik)
  • yang minta diperaskannya
  • yang meminumnya
  • yang membawanya
  • yang minta dibawakannya
  • yang menuangkannya
  • yang menjualnya
  • yang mengambil keuntungan
  • yang membelinya
  • yang minta dibelikannya

3. 3 golongan yang dilaknat Allah سبحانه وتعالى


  • imam yang tidak disukai (imam yang tidak diminta oleh pihak pribumi)
  • istri yang tidur saat suami marah
  • ketika mendengar adzan tidak menyahutnya (menjawab)


referensi : 
ayat al-quran dan terjemahannya : https://tafsirweb.com/


Friday, 7 February 2020

Travelling | Jalur Darat, Udara dan Laut ke Pulau Bali


safarriz.blogspot.com

Bulan pertama di tahun 2020, kita (saya dan suami) melakukan perjalanan ke pulau yang terkenal dengan kekentalan adat istiadatnya dan terkenal dengan eksotika alamnya.. yaitu pulau Bali.Sebenarnya tujuan utama saya kesini ada keperluan resmi.... tapi inti dari tulisan ini bukan tentang pekerjaan saya, tapi mau berbagi rute yang ditempuh dari berbagai jalur buat ke Bali (jalur darat, udara dan laut). Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya, jadi kamu bisa tentuin perjalanannya apakah based on time atau based on budget .. :)

Day 1
Berangkat dari Kota Tasikmalaya hari Kamis malam pukul 23.10 kereta ekonomi Malabar, tiket Rp 130.000/orang, turun di Lempuyangan, Yogyakarta sekitar pukul 05.00 subuh di hari Jumat, dan jam segitu sudah ramai kalau di Yogyakarta, ada tempat makan di lokasi strategis, pas belakang tulisan Yogyakarta, namanya Loko Coffee Shop. Jadi kita istirahat sholat shubuh, sarapan dan ngopi dulu disana. Tempatnya nyaman, 24  jam melayani, kita juga bisa liat jadwal berangkat dan tiba kereta api disana, jadi buat kamu yang kemalaman sampai jogja,  gak usah khawatir.... kesini aja dulu 


Loko Coffee Shop, Jl.  Ps. Kembang, No. 3A Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.

Dari sana kita lanjut ke bandara Adi Sucipto naik Pesawat Lion Air, keberangkatan pkl 07.25 WIB dengan tiket harga Rp 496.000/orang ditambah biaya kursi Rp 30.000/orang, saya gak pake bagasi kabin karena barang kita ga cukup banyak.. jujur, ini pertama kali saya naik pesawat, saat itu dalam hati berdoa.. “Ya Alloh, semoga nanti bisa naik pesawat lagi tapi tujuannya ke tanah Mekkah-Mu ya Alloh… “ 


Bandara Adi Sucipto - Yogyakarta

Ketika sudah berada di pesawat dan melaju, melihat pulau dari atas membuat saya merasa kecil di hadapan Nya… dan membuat saya bertanya-tanya “beginikah kami sebagai manusia terlihat di mata Alloh SWT, terlihat kecil ?” tapi Alloh SWT bisa melihat lebih dalam sedalam-dalamnya ke setiap hati manusia, manusia yang beribu-ribu jumlahnya, dan itu hanya sebagian kecil dari jumlah manusia di dunia ini.... Masya Alloh ...

Sejam kemudian, kita mendarat dengan lancar dan tanpa hambatan. 






 Bandara Ngurah Rai – Bali



Alhamdulillah. Tiba di Denpasar sekitar pkl 11.00 WITA..  kita langsung cari penginapan yang dekat dengan lokasi kepentingan saya. Pilihan jatuh ke hotel Mahatma Residence
Hotelnya nyaman untuk rate sekitar 300.000an, ada swimming pool juga meskipun tidak 
terlalu besar, dan kamarnya bersih dan rapi. Penunjuk kiblat ada dan sarapan yang 
disediakan Alhamdulillah halal. 



Mahatma Residence - Jl. Raya Puputan Gg. II/B No.1, Panjer, Kec. Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali 80239


Sebenarnya hari ke-1 hanya sempat ke Pantai Sanur. Letaknya sangat dekat dari penginapan, sekitar 20 menit kita sudah sampai di lokasi. 
Tadinya pengen nyoba ke Patung GWK, tapi emang jauh lagi. Dan kata penduduk sana, tiketnya kemahalan.. buat masuk aja bisa sampai 150rb.. jadinya saya keep dl destinasi ini biar ada alasan ke Bali lagi :)

Menurut saya, pantai ini terbilang sepi kalau sore hari. Katanya sih bagusnya kesini pas sunrise, makanya disebut Pantai Matahari Terbit. Suasana pantai dan suara ombak yang tidak terlalu bergemuruh menenangkan hati dan pikiran setelah seharian berkutat dalam padatnya traffic kota. Dan tak bisa dielakkan lagi, bertambah rasa syukurku atas kenikmatan yang Alloh berikan dalam menikmati keindahan alam ini. Masya Alloh, Tabarakalloh. 


Pantai Sanur, Bali

Masih di sekitaran Pantai Sanur, waktu sudah memasuki waktu maghrib. Di kota ini, berbeda dengan kota kelahiran saya, yang letak mesjidnya ada dimana-mana dan saling berdekatan. Tapi tak mengurungkan niat kami untuk bisa melaksanakan sholat Maghrib. Dan Alhamdulillah kami menemukan masjid yang tak jauh dari pantai, Namanya masjid Al-Ihsaan

Mesjid Al-Ihsaan, Bali

Malamnya kita ke toko Krisna di jalan Nusa Indah buat beli oleh-oleh makanan, sama seperti lainya kalau ke Bali, makanan khas oleh-olehnya Pie Susu, Kacang Disco dan tak ketinggalan Kopi Kintamani. 

Karena di Bali saya tidak tahu angkutan umumnya jadi kita naik Ojek Online.. kemana-mana naik ojol.. berbagai tipe driver ojol saya temuin dari yang asli Bali sampai yang punya keluarga di Ciamis juga ada.. jadi setidaknya kita bisa tahu bagaimana tradisi, adat dan pattern dari penduduk Bali.

Day 2
Sabtu siang, sehabis keperluan inti-nya sudah selesai, sekitar jam 12 siang kita berangkat ke Pantai Kuta..disana kita tidak sepenuhnya keliling sepanjang Kuta.. karena ribet juga bawa tas jinjing sambil jalan-jalan, jadi memang harusnya kita sewa motor aja biar gak ribet, saran saya kalau kalian berencana liburan disini mending sewa motor atau mobil aja lumayan biar gak ribet dan gampang kemana-mana, disana kita ke Pabrik Kata-Kata Joger dan beli yang sekiranya orang-orang rumah suka.. karena berkat doa dan dukungan mereka, Alhamdulillah perjalanan dan kepentingan saya dilancarkan. 

Pukul 18.00 kita siap-siap untuk perjalanan pulang. Rute pulang kita berbeda dengan rute berangkat, kita berencana nyebrang ke Jawa Timur. 



Pantai Kuta, Bali

Dari Kuta kita ke garasi Travel Bus Sehati yang ada di jalan Bung Tomo No. 33 Denpasar. Dari Denpasar kita ke Pelabuhan Gilimanuk sekitar 3 jam, tiket bus harganya 45.000/orang. Gak tau karena sudah malam atau memang gaya mengemudi sang supir yang super cepat kita sampai 30 menit lebih awal dari yang dijadwalkan. Alhamdulillah kita sampai pelabuhan Gilimanuk dengan selamat. 

Disana kita naik kapal Ferry untuk nyebrang ke Pelabuhan Ketapang, harganya murah dan kapal ready tiap jam, Rp 6.500/orang tapi tidak bisa bayar cash, harus e-money, dan karena kita baru pertama kali nyebrang pakai Ferry, jadi gada persiapan e-money,  untung sang penjaga tiket berbaik hati menawarkan bantuan mengisikan e-money dia, meskipun dilebihkan beberapa ribu buat isi e-money nya dia.. tapi yaa kita berbaik sangka saja dan menyebut dia baik hati. 


Menuju keberangkatan di Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang


Durasi penyeberangan hanya 1 jam naik Kapal Ferry, sampai di Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 01.00 dini hari. Sedangkan kereta Banyuwangi ke Yogyakarta berangkat pkl 06.45 WIB. Dari pelabuhan ke Stasiun hanya 500 meter, bisa di tempuh dengan jalan kaki ke arah Timur (itu yang saya baca di medsos), disana terpampang plang Nama stasiun, namanya STASIUN KETAPANG. Sampai sini saya gada feeling apa-apa terhadap stasun itu, seingat saya rute dari Stasiun Banyuwangi Kota, mungkin karena sudah lelah jadi ya punya fikiran "oh ini nama stasiun yang baru kali." :) 

Stasiun Ketapang – Jawa Timur

Jadi… kita ngapain dulu nih sampai jam 6 pagi, mau cek-in penginapan kayaknya sayang banget hanya untuk 4 jam, terpaksa kita nunggu saja di stasiun, jam segitu stasiun belum dibuka.. jadi kita nunggu diluar …tentunya sambil rebahan dan tiduran memejamkan mata.. Alhamdulillah....nikmat juga rebahan meskupun di lantai… :)

Tibalah waktunya jam 5 pagi.. stasiun sudah dibuka, saya bergegas cek-in tiket,, dan ternyata Zonk… saya salah cek-in stasiun awal.. kata petugasnya harusnya ke stasiun yang satunya lagi, sekitar 40 menit-an dari sini, saya searching di maps gak nemu, kata petugasnya namanya belum ganti masih STASIUN KARANGASEM. 

Untung saja kita masih ada dalam lindungan Alloh SWT, waktu masih cukup untuk menuju ke sana. Langsung kita order ojek online menuju ke Stasiun Karangasem.

Jadi guys..for your information, bahwa STASIUN KETAPANG adalah Stasiun Banyuwangi Lama, berganti nama sejak Desember 2019, dan stasiun KARANGASEM adalah Stasiun Banyuwangi Kota. Pastikan kalian tidak salah dalam memilih stasiun awal ataupun stasiun pemberhentian, kalo mau nyebrang ke Bali, pastikan stasiunnya adalah STASIUN KETAPANG.



Stasiun Karangasem/Stasiun Banyuwangi Kota 

Alhamduillah, kereta tiba tepat waktunya, Jurusan Banyuwangi – Lempuyangan, kereta SRI TANJUNG, harga tiket lumayan murah Rp 94.000/orang untuk lama perjalanan 13 jam. Siapkan amunisi makanan dan minuman, karena makanan di kereta terbatas, terkadang kita tuh pengen makan cilok batagor siomay.. maklum lidah sunda..  :)

Tiba di Lempuyangan sekitar jam 19.30.. istirahat dan sholat di Masjid Stasiun Lempuyangan, bangunannya masih baru dan ada beberapa renovasi. Tapi nyaman banget.. karena tempat ternyaman dimanapun kamu berada menurutku adalah di Masjid. 

Kereta Yogyakarta ke Tasikmalaya saya ambil jadwal jam 23.25 WIB, kereta Malabar harga tiket 165.000/orang, jadwal sampai di Tasikmalaya sekitar jam 5 pagi.  Karena masih ada waktu sambil nunggu kereta berangkat, kita makan bakmi khas Yogyakarta dulu nih… Bakmi Kadin, the one and only bakmi di Yogya. Tiada tandingannya dimanapun, kalo ke Yogyakarta wajib kesini. Dijamin balik lagi karena ngangenin  :)  A
  
Bakmi Kadin, Yogyakarta

Sekian dulu sekelumit perjalanan kecil saya. Mohon dimaklumi jika ada beberapa point yang kurang, saya baru saja menulis di blog dan merasa ingin menambah lagi tulisan dengan destinasi dan cerita yang berbeda. Semoga dipanjangkan usia dan dilapangkan waktu dan rejeki agar bisa berbagi pengamalanan lainnya lagi.

Feel free kalau ada beberapa hal yang kurang berkenan dan memang harus dikoreksi dalam penulisan, saya senang sekali jika ada yang bersedia bertanya atau memberi masukan. 

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: 
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain”

=======================================================================
Dan ini adalah kesimpulan jalur/rute dari Tasikmalaya ke Bali dan sebaliknya, Semoga bermanfaat ... :)





Tuesday, 22 January 2019

Be Multi, Stay Positive, Feel the Power



Semenjak saya menapaki bangku perkuliahan, saya menjalani kehidupan dua sisi, satu sisi sebagai mahasiswa, sisi lain sebagai seorang karyawan, meskipun hanya seorang penjaga warnet, tapi hal tersebut adalah kebanggaan buat saya saat itu. Bangga bisa mempunyai penghasilan sendiri. Kehidupan dua sisi itu ternyata saya jalani sampai sekarang. Baik di kehidupan pribadi maupun di lingkungan pekerjaan. Menjadi seorang ibu rumah tangga dan seorang pekerja.  
Di perusahaan manapun saya bekerja, saya menempatkan dan menjalani pekerjaan lebih dari satu tugas, tidak ada hal lain yang saya harapkan, entah itu penghargaan dari atasan atau perhatian publik, semua itu saya jalankan hanya untuk mencapai satu tujuan, yaitu keseimbangan. Karena mempertahankan keseimbangan lebih sulit daripada membangun dari titik nol.
Arti kata multitasking itu sendiri bukanlah mengerjakan dua tugas atau lebih secara bersamaan, tetapi melakukan pengalihan secara cepat antara satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Ada teori mengatakan bahwa multitasking itu negative, karena menghilangkan daya focus. Tapi pada kenyataanya saya merasakan berbeda dengan teori itu, justru saya merasakan peningkatan produktivitas kerja, suasana menjadi menarik dan motivasi kerja terjaga.

How?
Fokus memang keharusan dalam bekerja, tetapi ketika otak kita dituntut untuk terus focus, maka dia akan lelah, timbullah suatu keadaan membosankan dan stress, jika multitasking dijalankan akan memudahkan pengintegrasian panca indera yang beragam, hasil dari integrasi yang beragam tersebut membuat hasil kerja lebih kaya.
Jabatan saya di pekerjaan sekarang menuntut keseimbangan organisasi terjaga, ketika satu sayap ada yang patah maka saya harus melakukan pertolongan pertama pada sayap tersebut, sebelum sayapnya diganti dengan yang baru. Dalam hal inilah multitasking diperlukan, sebisa mungkin jangan pekerjaan terbengkalai sia-sia. Benjamin Franklin say : Well done it’s better than well said.
Sebenarnya multitasking alami ada pada diri seorang wanita, khususnya seorang ibu. Ibu manapun pasti menjalankan multitasking ini dalam kehidupannya, tiada lain adalah untuk mencapai keseimbangan. Kebutuhan suami terpenuhi, kewajiban menjadi sosok ibu terselesaikan dan tentunya pekerjaan rumah tangga selesai tepat pada waktunya.

Lelahkah menjadi multitasking? Apa yang harus dilakukan ketika mencapai titik puncak kelelahan? Just be positive. Energi positif akan membangun sisi optimis seseorang, mengembangkan potensi kekuatan yang membuahkan kebahagiaan yang berkelanjutan. Kesulitan apapun akan dijadikan kesempatan oleh seorang yang optimis, dalam kehidupan ataupun pekerjaan. Berpikir positif membuat kita mampu membangun motivasi dan harapan. Berpikir positif juga membuat kita mampu mengatasi keputusasaan. Dengan membiasakan diri berpikir positif, kita akan mampu menghargai diri sendiri dan merasa diri berharga, rasa takut hilang dengan sendirinya. Keberanian berasal dari kenyataan bahwa jika kita tetap positif, apapun yang terjadi dalam hidup, kita dapat menghadapinya. Karena motivasi terjitu sekaligus musuh terbesar adalah kekuatan diri sendiri.