safarriz.blogspot.com
Bulan
pertama di tahun 2020, kita (saya dan suami) melakukan perjalanan ke pulau yang
terkenal dengan kekentalan adat istiadatnya dan terkenal dengan eksotika
alamnya.. yaitu pulau Bali.Sebenarnya
tujuan utama saya kesini ada keperluan resmi.... tapi inti dari tulisan ini bukan tentang pekerjaan saya, tapi mau
berbagi rute yang ditempuh dari berbagai jalur buat ke Bali (jalur darat, udara
dan laut). Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya, jadi kamu bisa
tentuin perjalanannya apakah based on time atau based on budget .. :)
Day 1
Berangkat
dari Kota Tasikmalaya hari Kamis malam pukul 23.10 kereta ekonomi Malabar,
tiket Rp 130.000/orang, turun di Lempuyangan, Yogyakarta sekitar pukul 05.00
subuh di hari Jumat, dan jam segitu sudah ramai kalau di Yogyakarta, ada tempat
makan di lokasi strategis, pas belakang tulisan Yogyakarta, namanya Loko Coffee
Shop. Jadi kita istirahat sholat shubuh, sarapan dan ngopi dulu disana.
Tempatnya nyaman, 24 jam melayani, kita
juga bisa liat jadwal berangkat dan tiba kereta api disana, jadi buat kamu yang
kemalaman sampai jogja, gak usah khawatir.... kesini aja dulu
|
Loko Coffee Shop,
Jl. Ps. Kembang, No. 3A Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.
|
Dari
sana kita lanjut ke bandara Adi Sucipto naik Pesawat Lion Air, keberangkatan
pkl 07.25 WIB dengan tiket harga Rp 496.000/orang ditambah biaya kursi Rp
30.000/orang, saya gak pake bagasi kabin karena barang kita ga cukup banyak.. jujur,
ini pertama kali saya naik pesawat, saat itu dalam hati berdoa.. “Ya Alloh,
semoga nanti bisa naik pesawat lagi tapi tujuannya ke tanah Mekkah-Mu ya Alloh…
“
|
Bandara Adi
Sucipto - Yogyakarta
|
Ketika
sudah berada di pesawat dan melaju, melihat pulau dari atas membuat saya merasa
kecil di hadapan Nya… dan membuat saya bertanya-tanya “beginikah kami sebagai
manusia terlihat di mata Alloh SWT, terlihat kecil ?” tapi Alloh SWT bisa
melihat lebih dalam sedalam-dalamnya ke setiap hati manusia, manusia yang
beribu-ribu jumlahnya, dan itu hanya sebagian kecil dari jumlah manusia di
dunia ini.... Masya Alloh ...
Sejam
kemudian, kita mendarat dengan lancar dan tanpa hambatan.
Bandara Ngurah Rai – Bali
Alhamdulillah. Tiba di Denpasar sekitar pkl 11.00 WITA.. kita langsung cari penginapan yang dekat dengan lokasi kepentingan saya. Pilihan jatuh ke hotel Mahatma Residence.
Hotelnya nyaman untuk rate sekitar 300.000an, ada swimming pool juga meskipun tidak
terlalu besar, dan kamarnya bersih dan rapi. Penunjuk kiblat ada dan sarapan yang
disediakan Alhamdulillah halal.
|
Mahatma Residence
- Jl. Raya Puputan Gg. II/B No.1,
Panjer, Kec. Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali 80239
|
Sebenarnya hari ke-1 hanya sempat ke Pantai Sanur. Letaknya sangat dekat dari penginapan, sekitar 20 menit kita sudah sampai di lokasi.
Tadinya pengen nyoba ke Patung GWK, tapi emang jauh lagi. Dan kata penduduk sana, tiketnya kemahalan.. buat masuk aja bisa sampai 150rb.. jadinya saya keep dl destinasi ini biar ada alasan ke Bali lagi :)
Menurut
saya, pantai ini terbilang sepi kalau sore hari. Katanya sih bagusnya kesini
pas sunrise, makanya disebut Pantai Matahari Terbit. Suasana pantai dan suara
ombak yang tidak terlalu bergemuruh menenangkan hati dan pikiran setelah
seharian berkutat dalam padatnya traffic kota. Dan tak bisa dielakkan lagi,
bertambah rasa syukurku atas kenikmatan yang Alloh berikan dalam menikmati
keindahan alam ini. Masya Alloh, Tabarakalloh.

Masih
di sekitaran Pantai Sanur, waktu sudah memasuki waktu maghrib. Di
kota ini, berbeda dengan kota kelahiran saya, yang letak mesjidnya ada
dimana-mana dan saling berdekatan. Tapi tak mengurungkan niat kami untuk bisa
melaksanakan sholat Maghrib. Dan Alhamdulillah kami menemukan masjid yang tak
jauh dari pantai, Namanya masjid Al-Ihsaan
Malamnya
kita ke toko Krisna di jalan Nusa Indah buat beli oleh-oleh makanan, sama
seperti lainya kalau ke Bali, makanan khas oleh-olehnya Pie Susu, Kacang Disco
dan tak ketinggalan Kopi Kintamani.
Karena
di Bali saya tidak tahu angkutan umumnya jadi kita naik Ojek Online..
kemana-mana naik ojol.. berbagai tipe driver ojol saya temuin dari yang asli
Bali sampai yang punya keluarga di Ciamis juga ada.. jadi setidaknya kita bisa
tahu bagaimana tradisi, adat dan pattern dari penduduk Bali.
Day 2
Sabtu
siang, sehabis keperluan inti-nya sudah selesai, sekitar jam 12 siang
kita berangkat ke Pantai Kuta..disana kita tidak sepenuhnya keliling sepanjang
Kuta.. karena ribet juga bawa tas jinjing sambil jalan-jalan, jadi memang
harusnya kita sewa motor aja biar gak ribet, saran saya kalau kalian berencana
liburan disini mending sewa motor atau mobil aja lumayan biar gak ribet dan
gampang kemana-mana, disana kita ke Pabrik Kata-Kata Joger dan beli yang sekiranya
orang-orang rumah suka.. karena berkat doa dan dukungan mereka, Alhamdulillah
perjalanan dan kepentingan saya dilancarkan.
Pukul 18.00
kita siap-siap untuk perjalanan pulang. Rute pulang kita berbeda dengan rute
berangkat, kita berencana nyebrang ke Jawa Timur.
Pantai Kuta, Bali
Dari Kuta kita ke garasi Travel Bus Sehati yang ada di jalan Bung Tomo No. 33 Denpasar. Dari Denpasar kita ke Pelabuhan Gilimanuk sekitar 3 jam, tiket bus harganya 45.000/orang. Gak tau karena sudah malam atau memang gaya mengemudi sang supir yang super cepat kita sampai 30 menit lebih awal dari yang dijadwalkan. Alhamdulillah kita sampai pelabuhan Gilimanuk dengan selamat.
Disana kita naik kapal Ferry untuk nyebrang ke Pelabuhan Ketapang, harganya murah dan kapal ready tiap jam, Rp 6.500/orang tapi tidak bisa bayar cash, harus e-money, dan karena kita baru pertama kali nyebrang pakai Ferry, jadi gada persiapan e-money, untung sang penjaga tiket berbaik hati menawarkan bantuan mengisikan e-money dia, meskipun dilebihkan beberapa ribu buat isi e-money nya dia.. tapi yaa kita berbaik sangka saja dan menyebut dia baik hati.
Menuju keberangkatan di Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang
Durasi penyeberangan hanya 1 jam naik Kapal Ferry, sampai di Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 01.00 dini hari. Sedangkan kereta Banyuwangi ke Yogyakarta berangkat pkl 06.45 WIB. Dari pelabuhan ke Stasiun hanya 500 meter, bisa di tempuh dengan jalan kaki ke arah Timur (itu yang saya baca di medsos), disana terpampang plang Nama stasiun, namanya STASIUN KETAPANG. Sampai sini saya gada feeling apa-apa terhadap stasun itu, seingat saya rute dari Stasiun Banyuwangi Kota, mungkin karena sudah lelah jadi ya punya fikiran "oh ini nama stasiun yang baru kali." :)
Stasiun Ketapang – Jawa Timur
Jadi… kita ngapain dulu nih sampai jam 6 pagi, mau cek-in penginapan kayaknya sayang banget hanya untuk 4 jam, terpaksa kita nunggu saja di stasiun, jam segitu stasiun belum dibuka.. jadi kita nunggu diluar …tentunya sambil rebahan dan tiduran memejamkan mata.. Alhamdulillah....nikmat juga rebahan meskupun di lantai… :)
Tibalah
waktunya jam 5 pagi.. stasiun sudah dibuka, saya bergegas cek-in tiket,, dan
ternyata Zonk… saya salah cek-in stasiun awal.. kata petugasnya harusnya ke
stasiun yang satunya lagi, sekitar 40 menit-an dari sini, saya searching di
maps gak nemu, kata petugasnya namanya belum ganti masih STASIUN KARANGASEM.
Untung saja kita masih ada dalam lindungan Alloh SWT, waktu masih cukup untuk
menuju ke sana. Langsung kita order ojek online menuju ke Stasiun Karangasem.
Jadi
guys..for your information, bahwa STASIUN KETAPANG adalah Stasiun Banyuwangi
Lama, berganti nama sejak Desember 2019, dan stasiun KARANGASEM adalah Stasiun
Banyuwangi Kota. Pastikan
kalian tidak salah dalam memilih stasiun awal ataupun stasiun pemberhentian,
kalo mau nyebrang ke Bali, pastikan stasiunnya adalah STASIUN KETAPANG.
Stasiun Karangasem/Stasiun Banyuwangi Kota
Alhamduillah, kereta tiba tepat waktunya, Jurusan Banyuwangi – Lempuyangan, kereta SRI TANJUNG, harga tiket lumayan murah Rp 94.000/orang untuk lama perjalanan 13 jam. Siapkan amunisi makanan dan minuman, karena makanan di kereta terbatas, terkadang kita tuh pengen makan cilok batagor siomay.. maklum lidah sunda.. :)
Tiba
di Lempuyangan sekitar jam 19.30.. istirahat dan sholat di Masjid Stasiun
Lempuyangan, bangunannya masih baru dan ada beberapa renovasi. Tapi nyaman
banget.. karena tempat ternyaman dimanapun kamu berada menurutku adalah di Masjid.
Kereta Yogyakarta ke Tasikmalaya saya ambil jadwal jam 23.25 WIB, kereta Malabar harga tiket 165.000/orang, jadwal sampai di Tasikmalaya sekitar jam 5 pagi. Karena masih ada waktu sambil nunggu kereta berangkat, kita makan bakmi khas Yogyakarta dulu nih… Bakmi Kadin, the one and only bakmi di Yogya. Tiada tandingannya dimanapun, kalo ke Yogyakarta wajib kesini. Dijamin balik lagi karena ngangenin :) A
Bakmi Kadin, Yogyakarta
Sekian
dulu sekelumit perjalanan kecil saya. Mohon dimaklumi jika ada beberapa point
yang kurang, saya baru saja menulis di blog dan merasa ingin menambah lagi
tulisan dengan destinasi dan cerita yang berbeda. Semoga dipanjangkan usia dan
dilapangkan waktu dan rejeki agar bisa berbagi pengamalanan lainnya lagi.
Feel
free kalau ada beberapa hal yang kurang berkenan dan memang harus dikoreksi
dalam penulisan, saya senang sekali jika ada yang bersedia bertanya atau
memberi masukan.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain”
=======================================================================
Dan ini adalah kesimpulan jalur/rute dari Tasikmalaya ke Bali dan sebaliknya, Semoga bermanfaat ... :)